Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
 
Sejarah Seminari Mertoyudan 
Thursday, June 26, 2008, 21:46 - PROFIL Posted by sapto [Administrator]

SEJARAH (dari Wikipedia)

Awal berdirinya Seminari Menengah Mertoyudan tidak dapat dilepaskan dari 2 pemuda lulusan Kweekschool Muntilan yang berkeinginan menjadi imam, yakni Petrus Darmaseputra dan F.X. Satiman.

November 1911 mereka menghadap Romo Van Lith dan Romo Mertens SJ dan mohon agar diperkenankan belajar menyiapkan diri menjadi imam.

Niatan kedua pemuda ini, yang juga dengan mempertimbangkan kebutuhan imam di Indonesia, ternyata mampu mendorong munculnya gagasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi para calon imam. Proses perijinan dari Roma pun diurus, dan 30 Mei 1912 izin resmi dari Roma keluar untuk memulai lembaga pendidikan calon imam di Indonesia. Kursus pendidikan tersebut diselenggarakan di Kolese Xaverius Muntilan.

Antara tahun 1916-1920 sudah ada 10 siswa Muntilan yang dikirim ke sekolah Latin yang diselenggarakan para pastor Ordo Salib Suci di Uden, Belanda. Dua siswa meninggal dan seorang lagi terganggu kesehatannya, kemudian diambil kebijakan untuk menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Kursus di Muntilan pun disempurnakan.

Tanggal 7 September 1922, dua seminaris menjadi novis pertama pada Novisiat Serikat Yesus yang baru dibuka di Yogyakarta dengan rektor dan pimpinan novisiatnya Romo Strater SJ.

Mei 1925 dimulai Seminari Kecil (Klein Seminarie), yang gedungnya dibangun di sebelah barat kolese St. Ignatius Yogyakarta tanggal 19 Desember 1927 dan diberkati Mgr APF van Velsen SJ. Kursus diadakan bagi mereka yang baru tamat Sekolah Dasar Hollands Inlandse School (HIS) dan Europese Lagere School (ELS). Bersamaan dengan itu kursus di Muntilan, bagi mereka yang sudah memiliki ijasah guru tetap, juga tetap berlangsung.

Sekitar tahun 1927 kursus ini digabung dengan Seminari Kecil di Yogyakarta. Karena jumlah siswnya meningkat hingga 100 siswa lebih, seminari dipindah ke Mertoyudan Magelang. Pelajaran pertama dimulai 13 Januari 1941.

8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah kepada Jepang. Gedung Seminari Mertoyudan diduduki Jepang dan digunakan untuk sekolah Pertanian Nogako. Tanggal 5 April 1942 para seminaris terpaksa pulang ke rumah masing-masing. Meski demikian pendidikan calon imam tetap dilangsungkan di berbagai pastoran, diantaranya di Boro, Yogyakarta, Ganjuran, Muntilan, Girisonta, Ungaran, Semarang dan Solo. Pelajaran diberikan dengan sembunyi-sembunyi. Selama masa sulit ini, seminari lazim disebut Seminari in diaspora. Situasi ini berlangsung hingga 1945.

Dalam masa Revolusi Fisik, gedung Seminari Mertoyudan sempat dibumihanguskan. Sisa-sisa bangunan menjadi jarahan. Setelah situasi tenang, Seminari dibangun kembali oleh Vikariat Semarang dan berakhir Agustus 1952. Bangunan tersebut sekarang merupakan bagian dari gedung Domus Patrum dan Medan Madya. Setelah pembangunan selesai, selama liburan para seminaris pindah ke Mertoyudan.

Tanggal 3 Desember 1952 gedung Seminari Mertoyudan diberkati Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Lima tahun kemudian dibangun gedung tambahan yang dipergunakan untuk seminari, yaitu Medan Utama dan Medan Pratama. Sejak saat itu semakin banyak murid tamatan SD yang diterima di Seminari Mertoyudan. Namun berdasar pertimbangan lain, tamatan SD tidak diterima lagi sejak tahun 1968. Yang diterima hanya tamatan SLTP dan SLTA.

Tahun 1971 siswa seminari lulusan SLTA tinggal di Yogyakarta dan mengikuti kuliah di IKIP Sanata Dharma hingga menyelesaikan pendidikan sarjana muda. Tahun 1972 siswa tamatan SLTA juga ditampung di Seminari Mertoyudan. Karena berbagai alasan, tahun 1974 di Wisma Realino Yogyakarta dibangun cabang Seminari untuk menampung siswa tamatan SLTA.

Di Mertoyudan dilakukan penambahan gedung. Tahun 1976 dilakukan penambahan gedung, yang diresmikan dan mulai dihuni oleh Seminaris Medan Utama. Tahun itu juga Seminari Cabang Yogyakarta digabung lagi dengan Seminari Mertoyudan hingga sekarang.
Makna Lambang Seminari Mertoyudan  
Thursday, June 26, 2008, 21:33 - PROFIL Posted by sapto [Administrator]

1. Kebanyakan lembaga pendidikan memiliki lambang.
Lambang adalah gambar atau lukisan yang menyatakan sesuatu atau mengandung maksud tertentu. Lewat lambang tersebut pemrakarsa/ pendiri lembaga pendidikan bermaksud melukiskan apa yang menjadi cita-cita atau visi lembaga yang didirikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam lambang tersebut menjadi acuan dan penggerak dalam menyelenggarakan pendidikan.

2. Gambar lambang Seminari Mertoyudan:

3. Makna warna dalam lambang :

a. Perisai melambangkan perjuangan.

b. Warna dasar kuning emas melambangkan kemuliaan.

c. Warna hijau pada tulisan SSS melambangkan harapan untuk bertumbuh.

d. Warna merah pada karang melambangkan kegairahan.

e. Warna hitam pada anjing melambangkan kesungguhan.

f. Warna putih pada latarbelakang karang dan anjing melambangkan kesucian.

g. Dengan demikian, lambang Seminari Mertoyudan itu mengandung pengertian, dengan kegairahan dan kesungguhan yang didasari oleh niat suci, Seminari berjuang untuk pertumbuhan Seminaris dalam sanctitas (kesucian), sanitas (kesehatan), dan scientia (pengetahuan) menuju cita-cita imamat mulia seturut teladan Santo Petrus Canisius.

4. Huruf "CS" dalam lambang merupakan singkatan dari "Canisii Seminarium", yang artinya "Pesemaian Canisius". Gambar "batu karang" di bawah tulisan "CS" mau mengungkapkan Petrus sebagai batu karang. Hal ini mengingatkan kita akan sabda Yesus kepada Petrus, "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (Mat 16: 8). Gambar "anjing" mau menunjuk nama diri "Canisius" (canis = anjing). Dengan lambang itu, mau diungkapkan bahwa Seminari Menengah Mertoyudan berada di bawah lindungan Santo Petrus Canisius. Petrus Canisius dijadikan pelindung Seminari Mertoyudan karena beliau mempunyai perhatian besar terhadap pendidikan calon-calon imam.

5. Huruf "SSS" merupakan singkatan dari Sanctitas, Sanitas, dan Scientia. Dengan "SSS", dimaksudkan bahwa Seminari Menengah Mertoyudan bercita-cita mendidik seminaris agar seminaris berkembang secara seimbang dalam kesucian, kesehatan, dan pengetahuan. Kata "Sanctitas", "Sanitas", dan "Scientia" tersebut diharapkan menjadi acuan baik bagi para pembina dalam memberikan pendampingan maupun bagi seminaris dalam mengembangkan diri ke arah panggilan imamat.

6. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan makna lambang Seminari Menengah Mertoyudan. Petrus Canisius dipilih sebagai pelindung Seminari Mertoyudan karena beliau adalah seorang tokoh Gereja yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan calon-calon imam. Berkat teladan dan semangatnya, seminaris -dalam kerjasama dengan para pembina - dan dengan didasari kegairahan, kesungguhan, niat suci, dan keterbukaan pada Roh Kudus - berjuang mengembangkan diri menjadi pribadi yang suci, sehat, dan berpengetahuan menuju cita-cita imamat mulia dalam rangka memenuhi kebutuhan Gereja.



diambil dari website
http://www.geocities.com/bayu_asmara/maknalambang.htm
Database Alumni 
Wednesday, June 25, 2008, 23:37 - ALUMNI Posted by sapto [Administrator]
Sejak April 2008

telah dibuka database untuk alumni semua angkatan.
Namun demikian ruang komunikasi dalam bentuk mailing list
untuk tiap2 angkatan atau lintas angkatan tetap berjalan.

Database ini diharapkan menjadi acuan/pusat database
alumni seminari mertoyuydan.

url/websitenya di
http://merto.seminari.net
mailing list (merto21)
http://groups.yahoo.com/group/merto21/

Silahkan isi/register data
baik yang menjadi imam/pastor maupun tidak

trima kasih
hb.sapto nugroho
kpp 1977

website seminari 
Wednesday, June 25, 2008, 21:17 - BUKU TAMU / FAQ Posted by hb.sapto nugroho
Romo Hadi

salam kenal kembali
(dulu pernah ketemu soalnya)

- hebat dan salut atas usahanya
ini kita2 juga lagi rembugan soal website
- kalau data alumni saya coba handle
ada di website di atas

hb.sapto nugroho
kpp 1977

original date
April 18th, 2008 pada 9:48 am


Profisiat Moooo 
Wednesday, June 25, 2008, 21:16 - BUKU TAMU / FAQ Posted by Galih
Wah, Rm Hadi SJ luar biasa. Profisiat Moooo

Salam Sejahtera
Galih

original date
April 17th, 2008 pada 2:34 pm


Senang dan Usul 
Wednesday, June 25, 2008, 20:47 - BUKU TAMU / FAQ Posted by anton prima mu 97
Pax tecum, Pater

Romo Hadi.
senang liat blog Romo..,.
saya Prima, lulusan merto th 97..skg ikut panggilan Tuhan di madiun (tapi ga jadi pastor kok..hehehehe).nama lengkap Antonius Prima Aryana, dr kls 3 ips. asal paroki pugeran yogya.
blh usul ga Romo? Kalo boleh usul, bagian tentang itu diisi cerita tentang mertohehehehehehesekalian promosi, gitu.seperti di brosur merto yang warna ijo (kalo ga ganti lho warnanya) ok juga.

eh iya, mohon berkat Romo

terima kasih..selamat berkarya..

salam dan doa

anton
original date
April 16th, 2008 pada 10:18


<<First <Back | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |

Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 21/September/2014 Time 7:0