Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
 
“Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi” 
Wednesday, November 16, 2011, 15:01 Posted by masunang
“Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi”
(2Mak 7:26-31; Luk 19:11-28)
“ Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.” (Luk 19:15-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Semakin orang memiliki banyak pekerjaan/fungsi/jabatan pada umumnya juga akan semakin bekerja keras: efisien, efektif dan afektif dalam menggunakan waktu dan tenaga, sehingga menghasilkan ‘buah pekerjaan maupun keterampilan’ yang memperkaya dirinya maupun orang lain. Sebaliknya orang yang hanya memiliki satu pekerjan/fungsi/jabatan sering dengan seenaknya melaksanakan tugasnya atau fungsi/jabatannya. Pada hari-hari terakhir dalam kalendarium/tahun Liturgi ini kita diajak uutuk mawas diri: sejauh mana kita telah menumbuh-kembangkan iman, keterampilan, bakat atau aneka macam anugerah Tuhan dalam rangka “meneruskan perjalanan ke Yerusalem”, artinya menuju akhir hidup kita, sewaktu-waktu kita dipanggil Tuhan. Dengan kata lain: apakah kita semakin suci, semakin baik dan berbudi pekerti luhur, semakin berbakti kepada Tuhan dengan rendah hati, sebagaimana pepatah mengatakan ‘tua-tua keladi/bulir padi semakin berisi akan semakin menunduk’. Kami percaya bahwa umur kita bertambah, kesejahteraan hidup secara ekonomis juga bertambah, namun apakah juga semakin beriman, suci, rendah hati, baik dan berbudi pekerti luhur kiranya boleh dipertanyakan. Kita semua diharapkan menjadi ‘hamba-hamba yang baik’, yang senantiasa berbuat baik kepada siapa pun dan di mana pun.
· “Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga. Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak.” (2Mak 7:28-29), demikian kata seorang ibu kepada anaknya yang akan menerima hukuman mati karena kesetiaan imannya. Kata-kata di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita sebagai umat beriman atau beragama ketika karena kesetiaan dalam penghayatan iman harus menghadapi aneka macam ancaman, masalah maupun hambatan. Ingatlah dan hayatilah bahwa kita pernah tidak ada sama sekali dan keberadaan kita sampai saat ini merupakan anugerah atau karya Tuhan. Maka segala sesuatu yang ada di dunia ini, termasuk tubuh kita, sungguh bersifat sementara, hidup kita hanya sementara, sebagaimana dikatakan dalam pepatah Jawa bahwa ‘urip iku koyo wong mampir ngombe”. Memang karena hanya sementara ada dua kemungkinan orang menyikapinya, yaitu hidup seenaknya menuruk keinginan pribadi dan berpesta pora atau bekerja keras tanpa kenal lelah seraya membaktikan diri sepenuhnya kepada Allah. Tentu saja sebagai umat beriman atau beragama kita diharapkan memilih yang kemudian itu, yaitu bekerja keras tanpa kenal lelah seraya membaktikan diri sepenuhnya kepada Allah. Maka marilah kita mawas diri apakah kita semakin membaktikan sepenuhnya kepada Allah dengan mengerahkan waktu dan tenaga kita sepenuhnya pada penghayatan panggilan, pelaksanaan tugas pengutusan atau kewajiban, apakah kita semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia dimana pun dan kapan pun.
“Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.”
(Mzm 17:5-6)

Ig. Sumarya SJ
24 Juni 2011 : HR KELAHIRAN ST YOHANES PEMBAPTIS 
Friday, June 24, 2011, 20:26 - RENUNGAN Posted by sumaryo
HR KELAHIRAN ST YOHANES PEMBAPTIS: Yes 49:1-6; Kis 13:22-26; Luk 1:57-66.80
"Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
Kelahiran anak pertama pada umumnya sungguh menggembirakan orangtuanya serta sanak-saudaranya atau kerabat-kerabatnya. Jauh sebelum anaknya dilahirkan biasanya orangtuanya telah merencanakan nama anak yang masih di dalam rahim atau kandungan ibunya. Orangtuanya pun kiranya juga memiliki dambaan atau cita-cita mulia terhadap anak yang akan dilahirkannya. Para suami-isteri yang telah bertahun-tahun menikah dan tidak segera dianugerahi anak kiranya ketika dianugerahi anak oleh Tuhan sungguh luar biasa kegembiraannya. Kiranya pengalaman macam itulah yang terjadi dalam diri Zakharia dan Elisabeth ketika dalam lanjut usia dianugerahi seorang anak laki-laki oleh Tuhan. Menurut tradisi seorang anak laki-laki yang baru saja dilahirkan harus diberi nama sama seperti nama ayahnya, namun anak yang dilahirkan oleh Elisabeth telah diberi nama oleh Tuhan, sebelum anak dikandungnya, yaitu Yohanes. Maka gempar dan penuh keheranan sanak-kerabat dan saudara-saudarinya
mendengar bahwa anak tersebut dinamai Yohanes, dan merekapun berkata :”Menjadi apakah anak ini nanti?”. Maka baiklah kita renungkan keheranan mereka atas kelahiran Yohanes ini.

“Menjadi apakah anak ini nanti?” (Luk 1:66)
Pertanyaan macam itu kiranya menjadi pertanyaan banyak orang terhadap seorang anak yang disertai oleh Tuhan, lebih-lebih bagi orang yang sungguh beriman. Anak yang baru saja dilahirkan kiranya masih bersih, suci, menarik dan mempesona, maka baiklah jika kita percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertainya, marilah ia kita didik dan dampingi sedemikian rupa sehingga “anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya” . Dengan kata lain hendaknya anak-anak didik dan didampingi agar tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik dan berbudi pekerti luhur alias cerdas spiritual, tidak hanya sampai pada cerdas intelektual saja. Jika anak kelak kemudian hari tumbuh berkembang menjadi pribadi cerdas spiritual, percayalah ia pasti akan menjadi orang yang fungsional menyelamatkan lingkungan hidupnya dimanapun dan kapanpun, entah apapun pekerjaan  atau tugasnya.

Bahwa anak bertambah besar secara phisik kiranya merupakan hal biasa, namun hendaknya juga diperhatikan perihal jenis makanan maupun minuman bagi anak. Pertama-tama kami berharap anak-anak/bayi dapat menerima ASI dari ibunya secara memadai, dan hemat saya minimal selama satu tahun anak menerima ASI, syukur lebih. Pemberian ASI bagi anak selain merupakan makanan/minuman bergizi juga berfungsi menjalin kasih mesra antara anak dan ibunya, dan secara inklusif juga mencerdaskan belahan otak kanan, yang erat kaitannya dengan kecerdasan spiritual (ingat: bukankah ibu menyusui anaknya pada umumnya lebih-lebih dengan buah dada kiri, yang berarti belahan otak kanan anak menempel di buah dada!). Buah dada adalah symbol kasih dan sumber rezeki yang menyehatkan dan menyelamatkan. Ketika anak mulai diberi makanan tambahan selain ASI, hendaknya sedini mungkin berpedoman pada ‘empat sehat lima sempurna’, dengan kata lain anak sedini mungkin diperkenalkan dan
menikmati semua jenis makanan dan minuman  sehat, sehingga ketika dewasa mereka tak akan mengikuti selera pribadi dalam hal makan dan minum tetapi mengikuti pedoman hidup sehat. 

Kita semua berharap anak juga semakin kuat rohnya, tidak hanya semakin besar tubuhnya. Maka hendaknya anak-anak sedini mungkin dilatih dan dibiasakan dalam hal sopan santun dan budi pekerti luhur, sehingga kelak ia memiliki sifat-sifat budi pekerti luhur atau keutamaan-keutamaan sebagai buah roh, seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan pengusaaan diri” (Gal 5:22-23). Pembinaan atau pembiasaan penghayatan keutamaan-keutamaan ini pertama-tama dan terutama dengan atau melalui keteladanan orangtua atau bapak-ibu, maka kami berharap bapak-ibu dapat menjadi teladan hidup berbudi pekerti luhur atau dijiwai Roh Kudus bagi anak-anaknya. Keteladanan merupakan cara utama dan pertama dalam mendidik dan mendampingi anak-anak yang tak tergantikan oleh cara apapun. Kami berharap juga sekolah-sekolah yang membantu para orangtua dalam mendidik anak-anak mereka juga lebih mengutamakan agar para peserta
didik tumbuh berkembang menjadi pribadi baik dan berbudi pekerti luhur atau cerdas spiritual, jangan hanya berlomba dalam hal kecerdasan intelektual. Selanjutnya marilah kita renungkan apa yang menjadi tugas panggilan Yohanes Pembaptis.

“Menjelang kedatanganNya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis” (Kis 13:24)
Marilah anak-anak kita bina dan didik agar meneladan Yohanes Pembaptis, yaitu kelak mereka berseru dan mengajak semua orang untuk bertobat dan mempersembahkan atau menyucikan diri seutuhnya kepada Tuhan alias dibaptis. Dibaptis berarti disisihkan atau dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan sehingga mereka yang dibaptis hanya  mau mengabdi Tuhan saja serta menolak semua godaan setan. Memang agar mereka berani dan mampu melaksanakan tugas pengutusan tersebut mereka harus tetap kuat dalam roh alias hidup dan bertindak dengan menghayati keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh Kudus di atas, sehingga tanpa berseru-seru kepada atau mengajak orang  lain untuk bertobatpun, mereka yang melihat cara hidup dan cara bertindak anak-anak yang bersangkutan tergerak untuk bertobat. Mereka yang melihat atau hidup bersama dengan anak-anak yang baik dan berbudi pekerti luhur juga akan mendengar suara dalam hatinya “Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai
bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku” (Yes 49:1).

Kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk membuka mata dan telinga hati kita guna melihat dan mendengarkan suara Tuhan yang berbicara melalui anak-anak atau bayi atau anak yang masih berada dalam kandungan/perut ibunya.  Mata dan telinga merupakan dua dari lima indera kita yang penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan kepribadian kita, karena apa yang kita lihat dan dengarkan sungguh mempengaruhi cara hidup dan cara bertindak kita. Bayi, termasuk yang masih ada di dalam kandungan, dan anak-anak hemat saya lebih suci daripada kita orang dewasa, dan dalam hidup beriman hemat saya yang harus lebih dihormati dan dijunjung tinggi adalah mereka yang lebih suci, maka selayaknya kita menghormati dan menjunjung tinggi anak-anak. Tidak memperhatikan dan mendidik anak-anak dengan baik sesuai dengan kehendak  Tuhan berarti membunuh masa depan mereka maupun menyuramkan masa tua/depan kita.

Kita berharap anak-anak kita kelak menjadi ‘bentara-bentara’ Penyelamat Dunia, pribadi-pribadi yang menyiapkan jalan bagi sesamanya untuk semakin beriman atau hidup suci atau menjadi penyalur rahmat dan kasih karunia Tuhan bagi sesamanya. Ketika anak-anak menjadi dewasa, dalam tugas dan pekerjaan apapun, kapanpun dan dimanapun, kita harapkan dapat membahagiakan atau menyelamatkan sesamanya alias fungsional menyelamatkan lingkungan hidupnya. Anak-anak adalah buah kasih yang diciptakan atau diadakan dalam kasih dan kebebasan, maka hendaknya juga didampingi dan dibesarkan dalam kasih dan kebebasan. Para orangtua atau pendidik hendaknya dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tenaga dalam mendidik dan mendampingi anak, sebagai wujud mengasihi mereka. Mengasihi berarti juga dengan rela berani memboroskan waktu dan tenaga bagi yang dikasihi, tanpa pemborosan waktu dan tenaga kasih kurang mantap dan handal.

“Tuhan Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berdiri atau berjalan, segala jalanku Kaumaklumi.” (Mzm 139:1-3)
  
24 Juni 2011        

ign.sumarya sj
PENGUMUMAN PENERIMAAN SEMINARIS BARU GELOMBANG II TAHUN PELAJARAN 2011/2012 
Thursday, May 26, 2011, 18:44 - PENDAFTARAN Posted by masunang
Salam Damai Kristus,
Dengan berakhirnya tes penerimaan calon seminaris baru tahap 1 Gelombang II tahun pelajaran 2011/2012, kami selaku pantia calon seminaris baru Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan kerja samanya selama ini.

Calon seminaris baru yang telah lolos tes tahap 1 diwajibkan segera mengikuti tel tahap 2 yaitu tes kesehatan, sebagaimana surat pengantar untuk cek up ( terlampir dalam surat pemberitahuan pada masing masing calon siswa yang lolos).

demikian pengumuman kami dan atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Berikut daftar pengumuman :

Read More...
PENGUMUMAN HASIL TES MASUK SEMINARI GELOMBANG II 
Thursday, May 26, 2011, 17:53 - PENDAFTARAN Posted by masunang
Salam Damai Kristus,
Dengan berakhirnya tes penerimaan calon seminaris baru tahap 1 Gelombang II tahun pelajaran 2011/2012, kami selaku pantia calon seminaris baru Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan kerja samanya selama ini.

Calon seminaris baru yang telah lolos tes tahap 1 diwajibkan segera mengikuti tel tahap 2 yaitu tes kesehatan, sebagaimana surat pengantar untuk cek up ( terlampir dalam surat pemberitahuan pada masing masing calon siswa yang lolos).

demikian pengumuman kami dan atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Berikut daftar pengumuman :

Read More...
Kunjungan Kasih Bapa Kardinal ke Seminari Mertoyudan 
Tuesday, September 7, 2010, 15:14 - NEWS / BERITA Posted by masunang
Nostalgia Kardinal di Seminari
“Banyak orang mengatakan bahwa saya terpilih menjadi Uskup Agung Semarang karena berkat lengkap Mgr. Soegijapranata, SJ yang saya terima secara khusus sewaktu saya dirawat di rumah sakit Muntilan.”
Begitulah sepenggal kisah yang diceritakan oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ ketika beraudiensi dengan para seminaris Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang pada hari Rabu, 1 September 2010. Kardinal mengunjungi Seminari Mertoyudan dalam rangka bernostalgia kembali di seminari. Beliau mempunyai ikatan yang kuat dengan Seminari Mertoyudan, betapa tidak, Kardinal sudah 3 kali menjalani hidup di Seminari Mertoyudan, yaitu saat beliau menjadi seminaris, saat menjadi pamong dan yang terakhir saat beliau menjadi rector di seminari.
Rangkaian acara nostalgia ini diawali dengan misa pagi yang dipimpin langsung oleh Kardinal dengan con-selebran Rm. Antonius Gustawan, SJ, Rektor Seminari Mertoyudan dan Rm. Antonius Saptana Hadi, Pr, selaku pamong umum seminari. Dalam homilinya Kardinal berpesan agar para seminaris dalam menggeluti panggilannya meneladani Yesus sendiri.
Setelah misa selesai, para seminaris melanjutkan kegiatan mereka seperti biasanya, yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. Di tengah-tengah jam pelajaran, Kardinal dengan didampingi Rm. Antonius Saptana Hadi, Pr, Sr. Vitaline, CB, Fr. Palma dan Fr. Billie mengunjungi setiap kelas, mulai dari Kelas Persiapan Pertama (KPP) sampai Kelas Persiapan Atas (KPA). Kardinal melihat kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung, kemudian memberkati para seminaris dan guru yang sedang mengajar di setiap kelas.
Jam pelajaran hanya berlangsung sampai pukul 10.30 WIB dan dilanjutkan dengan audiensi bersama Kardinal di Bangsal Kaca Seminari. Saat beraudiensi Kardinal menceritakan pengalamannya ketika beliau diberkati oleh Mgr. Soegijapranata, SJ sampai beliau terpilih menjadi Kardinal Indonesia. Para seminaris tampak antusias mengikuti audiensi ini, mengingat ini merupakan pengalaman langka bagi para seminaris. Sebagai penutup, Kardinal berpesan agar para seminaris rajin membaca karena dengan membaca bayak pengetahuan yang dapat diserap sebagai bekal dalam menggeluti panggilan. Rangkaian acara nostalgia ini diakhiri dengan santap siang bersama di refter besar (ruang makan) seminari. “Kunjungan Kardinal sangat mengesankan, apalagi saat beraudiensi, beliau membawakannya dengan sederhana tapi mudah dicerna oleh para seminaris.” ungkap Rio, seminaris Medan Madya yang berasal dari Solo.

Okta MM2010
Seminaris

Laporan Berita 100 hari Gus Dur : Merajut Merah Putih 
Saturday, April 24, 2010, 16:12 - NEWS / BERITA Posted by masunang
Laporan Berita 100 hari Gus Dur : Merajut Merah Putih

Minggu, 18 April 2010 di Seminari Menengah Santo Pentrus Kanisius Mertoyudan Magelang diselenggarakan doa dan sarasehan bersama untuk mengenang 100 hari meninggalnya Gus Dus. Doa dan sarasehan ini sebagai kelanjutan dari peringatan 40 hari Gus Dur yang diselenggarakan di Klenteng Muntilan pada bulan Februari yang lalu. Merajut merah putih menjadi tema pokok sarasehan. Pembicara yang hadir antara lain; Rm. Muji Sutrisno SJ, Bikhu Sri Pannavaro Mahatera dari Vihara Mendut, KH. Abdul Muhaimin dari Yogyakarta, dan KH. M. Yusuf Chudhlori pengasuh ponpes Tegal rejo Magelang. Bpk Sutanto dari Mendut sebagai moderator.
Read More...
DAFTAR PENERIMAAN SISWA BARU GELOMBANG 1 Tahun Pelajaran 2010 / 2011 
Monday, March 15, 2010, 16:16 Posted by masunang


<<First <Back | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | Next> Last>>

Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 26/November/2014 Time 19:21