Thursday, September 4, 2008, 03:40 - SISWA Posted by hadi
Pada hari Minggu, 31 Agustus 2008 yang lalu, Seminari Mertoyudan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kursus tulis menulis. Kursus ini diikuti oleh siswa-siswi dari SMA Tarakanita Magelang, SMA Sedes Sapientiae Bedono, SMA PL. Van Lith Muntilan, dan SMA Seminari Mertoyudan (Kelas XII dan KPA). Mereka bersama berkumpul untuk mendengarkan instruksi latihan tulis menulis di ruang rekreasi Medan Utama. Acara yang diseponsori oleh Penerbit-Percetakan Kanisius Yogyakarta tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan menyalurkan potensi menulis dalam diri remaja, khususnya remaja katolik di Jawa tengah. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 ini diisi dengan ceramah yang intinya mendorong semangat remaja untuk menulis. Pembicaranya ada tiga orang, yaitu: Bpk. I. Puja Raharja, Rm. A. Setyodarmono. SJ dan Bpk. Subagyo. Lewat tiga pembicara tersebut, para siswa dari Van Lith, Sedes, Tarakanita dan khususnya Seminari, sangat tertantang untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi perkembangan remaja lainnya.
Secara keseluruhan, acara itu dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pada bagian pertama, Bpk. Puja Raharja mengungkapkan keprihatinan pada masa sekarang , yaitu adanya penurunan minat menulis dalam kalangan ramaja. Pada bagian kedua, Rm. Setyodarmono memberikan bentuk harapan Gereja pada kawula muda khususnya dalam bidang menulis. Pada bagian ini pula Bapak. Puja bersama Rm. Setyodarmono menantang kami sebagai siswa dari sekolah katolik untuk menulis dan berani mempublikasikan tulisannya lewat media massa. Setelah itu ada break sebentar, pada bagian ketiga pihak Kanisius menyampaian tawaran kepada para siswa untuk menulis tema-tema pokok tentang remaja/kaum muda.
Acara ini sangat bagus terutama sebagai wadah untuk latihan menulis bagi para remaja. Sebagai sponsor, pihak Kanisius juga telah mengobarkan semangat menulis dalam diri remaja khususnya para peserta yang hadir pada acara hari ini. Maka dari itu, semoga dengan adanya acara ini, para remaja khususnya peserta yang hadir dapat mengoptimalkan kesempatan emas yang diberikan Kanisius ini dengan menyalurkan bakat menulisnya demi perkembangan para remaja, bangsa, negara dan Gereja Indonesia. (Bk MU’s Com)
|
Thursday, September 4, 2008, 02:14 - SISWA Posted by hadi
Pada hari Senin, 18 Agustus 2008, Seminari mengadakan acara pembukaan MAMURI di Aula Seminari Menengah Mertoyudan. MAMURI atau biasa disebut Malam Musik Seminari, merupakan acara dua tahunan yang diadakan di Seminari Menengah Mertoyudan. Setelah tahun yang lalu diadakan Malam Kreativitas untuk mengembangkan kreativitas para seminaris, pada tahun ini MAMURI diadakan sebagai sarana untuk mengembangkan para seminaris dalam bidang musik.Dalam acara pembukaan MAMURI yang diadakan dari pukul 09.00 hingga pukul 12.30 tersebut ditampilkan sebuah Happening Art yang menggambarkan mengenai keadaan musik klasik yang semakin terpuruk dengan adanya aliran musik lain. Selain itu terdapat pula penampilan dari Canisii Seminarium Orkestra yang memainkan lagu Jesu Joy of Man’s Desiring. Setelah tampilan orkes terdapat pengantar singkat dari moderator MAMURI, Fr Simon Untara yang dilanjutkan dengan pengantar singkat dari Rektor Seminari Mertoyudan, Rm A. Gustawan. SJ. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, pada tahun ini Seminari mengundang Prof. Dr. Victor Ganap M.Ed yang merupakan guru besar musikologi Institut Seni Indonesia. Pada kesempatan kali ini Prof. Dr. Victor Ganap M.Ed mempresentasikan perjalanan musik gereja dari jaman Abad Pertengahan hingga musik jaman Romantik. Selain itu Prof. Dr. Victor Ganap M.Ed juga memperkenalkan lagu-lagu Gregorian dengan mengapresiasikannya lewat contoh-contoh nyanyian. Dalam presentasi tersebut para peserta tampak begitu antusias menanyakan berbagai macam hal berkenaan dengan perkembangan musik dan musik itu sendiri.
Pada acara pembukaan MAMURI 2008 yang bertemakan Express Your Life`s Symphony tersebut, hadir pula Rm. Riawinarta. Pr dan para pendamping musik Seminari Mertoyudan. Selain acara inti yang berupa ceramah dari Prof. Dr. Victor Ganap M.Ed, panitia juga menyajikan Theme Song MAMURI 2008 yang berjudul Ekspresikan Symphonymu dengan iringan band. Kemudian acara dilanjutkan dengan sosialisasi lomba yang akan diadakan selama satu semester ini. Untuk memeriahkan MAMURI 2008 ini, panitia telah menyiapkan sebanyak tujuh jenis lomba yang akan dilaksanakan selama satu semester ini. Lomba-lomba tersebut antara lain, Cipta lagu rohani, Aransemen lagu, Musik festival, Solo Koor (paduan suara), Musik Klasik, dan Musik Kreatif. Pada intinya semua lomba tersebut merupakan sarana yang disediakan oleh panitia dengan tujuan mengembangkan budaya musik di Seminari Mertoyudan ini.
Tema yang dimunculkan oleh panitia MAMURI 2008 yaitu Express Your Life`s Symphony mempunyai makna antara lain: lewat musik, orang dapat menyampaikan simfoni-simfoni kehidupan yang mengalir dan membangkitkan emosi yang ada dalam setiap kehidupan. Dengan mengekspresikannya, setiap orang ditantang untuk merefleksikan diri, talenta dan rahmat yang telah dianugerahkan sang Pencipta pada dirinya. Dalam pergulatan refleksi itulah ia akan bertemu dengan Dia yang telah menciptakan dan menebusnya. Maka dari itu MAMURI mengajak seluruh warga Seminari untuk bersama-sama bertanya mengenai simfoni-simfoni kehidupan macam apa yang selama ini telah dikembangkan di Seminari ini. Untuk mendukung pengembangan para seminaris dalam bidang musik, Seminari telah menyediakan berbagai sarana. Semua sarana itu diharapkan membawa pada kemendalaman permenungan dan membawa pembaharuan hidup.(Sciencia )
|
Tuesday, September 2, 2008, 12:53 - SISWA Posted by hadi
Rabu. 27 Agustus 2008, komunitas Seminari Mertoyudan merasa bahagia karena bisa merayakan Ekaristi bersama sebelas imam tahbisan baru (satu imam tidak hadir karena berhalangan). Mereka adalah imam-imam dari Diosesan Keuskupan Agung Semarang (9 orang) dan dari Keuskupan Purwokerto (3 orang). Hampir semua dari mereka adalah alumni dari Seminari Mertoyudan bahkan masih dalam satu angkatan (1996-2000). Missa syukur tersebut bagi mereka menjadi kesempatan untuk bernostalgia dan berterima kasih kepada almamaternya yang tercinta atas formatio yang mereka alami selama empat tahun atau 1 tahun untuk KPA.Ekaristi dimulai dengan perkenalan atas masing-masing imam baru dalam suasana kocak dan gembira. Kemudian dalam homilinya, Romo Erwin Sasmita Pr mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibunya, yaitu Seminari, secara khusus kepara Staf dan guru/karyawan Seminari yang telah mendampingi dan mendidiknya. Tidak lupa Rm. Erwin mengajak dan mendorong Seminaris untuk berjuang meraih cita-cita menjadi imam.
Usai Perayaan Ekaristi di Kapel St. Petrus Canisius, para imam baru dan warga komunitas mengadakan acara ramah tamah bersama di Refter besar. Dalam kesempatan itu, para imam baru memberi berbagai hadiah kepada para seminaris. Ucapan syukur kemudian diakhiri dengan santap makan sederhana.
Diaz-Aries
Bidel Ceremonarius OSIS Sem.1 2008/2009
|