Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan Trimakasih atas kunjungan di website ini. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna.
   
TEMU KOLESE 2008 DI SEMINARI MERTOYUDAN 
Tuesday, October 14, 2008, 17:33 - NEWS / BERITA Posted by hadi
BERSAHABAT MEMBANGUN KARAKTER

Dari tgl. 13 - 16 Oktober 2008, di Seminari Mertoyudan digelar Temu Kolese. Pembukaan Temu Kolese diadakan pada hari Senin, 13 Oktober pukul 09.00, bertempat di lapangan sepak bola, oleh Provinsial SJ Rm. RB. Riyo Mursanto SJ dengan pelepasan burung merpati. Hadir dalam upacara pembukaan ini para Kepala Sekolah Kolese dan Ketua Yayasan/Rektor Kolese.


Read More...
CREATIVE THINKING 
Friday, October 3, 2008, 02:16 - EKSTRA KURIKULER Posted by hadi
Pada hari Minggu (28 September 2008) Seminari Menengah Mertoyudan mengadakan Sidang Akademi Istimewa (SAI). SAI merupakan acara yang dilakukan sekali atau dua kali dalam tiap tahunnya untuk mengembangkan kecakapan para seminaris dalam keterampilan berbicara di depan umum. Sedang Sidang Akademi merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap hari Senin sore di Seminari Mertoyudan. Acara SAI yang diselenggarakan di Bangsal Kaca Seminari Mertoyudan ini mengambil tema utama Creative Thinking atau cara berpikir kreatif dalam berbicara atau menyapaikan sesuatu kepada orang lain. Dalam acara ini diundang Bapak Satiyoko sebagai pembicara. Bapak Satiyoko merupakan alumnus Seminari Mertoyudan yang sekarang bekerja pada bidang periklanan di sebuah perusahaan milik swasta.

Acara ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama merupakan sambutan dari Romo Direktur Seminari Mertoyudan, Rm M. Hadisiwoyo, SJ, bagian kedua merupakan isi dari acara, yaitu presentasi Bapak Satiyoko mengenai Creative Thinking dan bagian terakhir merupakan kesimpulan dan Tanya jawab dari peserta sidang. Dalam sambutannya, Rm M. Hadisiswoyo SJ selaku Koordinator Sidang Akademi Seminari menekankan pentingnya berpikir kreatif. Berpikir kreatif diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sebab berpikir kreatif dapat memecahkan berbagai macam masalah yang sedang dihadapi. Berpikir kreatif amat diperlukan di tengah dunia penuh perasaingan yang lebih mengedepankan keunggulan. Hanya orang yang kreatif akan memanfaatkan setiap peluarng demi kemajuan/peningkatan diri. Untuk memajukan Seminari agar semakin bermutu, juga diperlukan pemikiran dan langkah-langkaah yang kreatif.

Pada bagian isi, Bapak Satiyoko menyampaikan presentasinya yang dibagi menjadi beberapa bagian isi. Yang pertama merupakan definisi dari komunikasi dan macamnya, yang kedua merupakan penjabaran dari dua kunci dalam komunikasi, yaitu apa dan bagaimana berbicara, yang ketiga bagaimana dan apa yang harus dibicarakan (What to say?). Pada bagian ini disampaikan pula metode mind maps yang merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menentukan point of view dalam berbicara. Kemudian Feel think act, yaitu merasakan apa yang telah dibicarakan dengan membangun suasana sesuai dengan apa yang kita bicarakan. Kemudian yang terakhir How to say? yaitu kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk membuat tampilan yang baik.

Setelah penjelasan singkat dilakukan pelatihan dalam kelompok, di mana setiap kelompok diajak berpikir kreatif dengan �mind mapping�. Mereka diminta menjabarkan kata �Roti� dan �Panas� ke dalam beberapa kata yang saling berkaitan baik secara kohesi maupun koherensi. Pada acara ini setiap kelompok golongan Sidang Akademi terlihat antusias dalam menjalaninya. Selain itu setiap kelompok mampu menjabarkan satu kata tersebut ke dalam berbagai hal. Begitu juga pada presentasi kelompok, setiap kelompok mampu menghidupkan imajinasi peserta yang lain.

Para seminaris yang mengikuti acara tersebut tampak antusias, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diakukan kepada Bapak Satiyoko mengenai cara berpikir kreatif menggunakan mind maps, bagaimana tampil PD (percaya diri) ketika berbicara di depan umum, pentingnya berpikir kretif dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Acara terakhir merupakan penyerahan kenang-kenangan dari seminari yang diwakilkan pada Rm Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Rm A. Gustawan, SJ. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa penutup dan mars Seminari.

Dari uraian di atas tampak bahwa berpikir kretif merupakan sebuah keterampilan yang penting dan sangat diperlukan dalam sosialitas dengan orang lain. Sebab cara berpikir setiap orang sangat berkaitan dengan apa yang dibicarakannya. Ketika seseorang dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikannya kepada orang lain maka orang lain akan antusias dengan apa yang kita bicarakan dan isi yang ingin disampaikan. Maka di sanalah letak kekreatifan seseorang untuk berfikir dan berbicara. Maka dari itu berpikir kreatif sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hubungannya dengan orang lain. (adt/Sciencia SemI)







“CREATIVE THINKING” 
Thursday, October 2, 2008, 15:30 Posted by hadi


Pada hari minggu (28 September 2008) Seminari Menengah Mertoyudan mengadakan Sidang Akademi Istimewa (SAI). SAI merupakan acara yang dilakukan sekali atau dua kali dalam tiap tahunnya untuk mengembangkan kecakapan para seminaris dalam keterampilan berbicara di depan umum. Sidang Akademi itu sendiri sudah merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap hari Senin sore di Seminari Mertoyudan. Acara yang diselenggarakan di Bangsal Kaca Seminari Mertoyudan ini mengambil tema utama Creative Thinking atau cara berpikir kreatif dalam berbicara atau menyapaikan sesuatu kepada orang lain. Dalam acara ini hadir Bapak Satiyoko sebagai pembicara. Bapak Satiyoko merupakan alumnus Seminari Mertoyudan yang sekarang bekerja pada bidang Periklanan di sebuah instansi milik swasta.

Acara ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama merupakan sambutan dari Romo Direktur Seminari Mertoyudan, Rm M. Hadisiwoyo, SJ, bagian kedua merupakan isi dari acara, yaitu presentasi Bapak Satiyoko mengenai Creative Thinking dan bagian terakhir merupakan kesimpulan dan Tanya jawab dari peserta sidang. Dalam pengantarnya, Rm M. Hadisiswoyo selaku Koordinator Sidang Akademi Seminari menekankan pentingnya berpikir kreatif. Berpikir kreatif diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sebab berpikir kreatif dapat memecahkan berbagai macam masalah yang sedang dihadapi. Berpikir kreatif amat diperlukan di tengah dunia penuh perasaingan yang lebih mengedepankan keunggulan. Hanya orang yang kreatif akan memanfaatkan setiap peluarng demi kemajuan/peningkatan diri. Untuk memajukan Seminari agar semakin bermutu, juga diperlukan pemikiran dan langkah-langkaah yang kreatif.

Pada bagian isi, Bapak Satiyoko menyampaikan presentasinya yang dibagi menjadi beberapa bagian isi. Yang pertama merupakan definisi dari komunikasi dan macamnya, yang kedua merupakan penjabaran dari dua kunci dalam komunikasi, yaitu apa dan bagaimana berbicara, yang ketiga bagaimana dan apa yang harus dibicarakan (What to say?). Pada bagian ini disampaikan pula metode mind maps yang merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menentukan point of view dalam berbicara. Kemudian Feel think act, yaitu merasakan apa yang telah dibicarakan dengan membangun suasana sesuai dengan apa yang kita bicarakan. Kemudian yang terakhir How to say? yaitu kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk membuat tampilan yang baik.

Setelah penjelasan singkat dilakukan pelatihan dalam kelompok, di mana setiap kelompok diajak berpikir kreatif dengan “mind mapping”. Mereka diminta menjabarkan kata ‘Roti’ dan ‘Panas’ ke dalam beberapa kata yang saling berkaitan baik secara kohesi maupun koherensi. Pada acara ini setiap kelompok golongan Sidang Akademi terlihat antusias dalam menjalaninya. Selain itu setiap kelompok mampu menjabarkan satu kata tersebut ke dalam berbagai hal. Begitu juga pada presentasi kelompok, setiap kelompok mampu menghidupkan imajinasi peserta yang lain.

Para seminaris yang mengikuti acara tersebut tampak antusias, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diakukan kepada Bapak Satiyoko mengenai cara berpikir kreatif menggunakan mind maps, bagaimana tampil PD (percaya diri) ketika berbicara di depan umum, pentingnya berpikir kretif dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Acara terakhir merupakan penyerahan kenang-kenangan dari seminari yang diwakilkan pada Rm Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Rm A. Gustawan, SJ. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa penutup dan mars Seminari.

Dari uraian di atas tampak bahwa berpikir kretif merupakan sebuah keterampilan yang penting dan sangat diperlukan dalam sosialitas dengan orang lain. Sebab cara berpikir setiap orang sangat berkaitan dengan apa yang dibicarakannya. Ketika seseorang dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikannya kepada orang lain maka orang lain akan antusias dengan apa yang kita bicarakan dan isi yang ingin disampaikan. Maka di sanalah letak kekreatifan seseorang untuk berfikir dan berbicara. Maka dari itu berpikir kreatif sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hubungannya dengan orang lain. (adt/Sciencia SemI)



<<First <Back | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | Next> Last>>

 
Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di BUKU TAMU. Trimakasih
    Login Admin        Sarana Komuniaksi ( MERTOYUDAN )    Date : 7/September/2010 Time 18:9